Selasa, 14 Februari 2017

Cinta Tak Berperi

~~Tak Berperi~~

       Hanya segenggam pengertian pintaku ... Namun hatimu bak karang di lautan, apa daya diri ini? sedang kelembutan sutra kau enyahkan.
Bukan aku tak mampu bertahan, namun hatimulah yang perlu dipertanyakan. Api angkaramu hampir saja melahap habis puing-puing kepedulian yang masih tersisa. Entah, harus dengan apa hatiku menyapa hatimu.
Kau yang menancap duri, namun imbas kauberi padaku. Kau yang menanam perih, namun segala salah kau tujukan untukku.
.
Hatimu tak berperi meski bersayap ... Kau gemakan kata dalam ruang angkaramu yang tercekik oleh makhluk yang dilaknat Tuhan.
Kau ...
Membiarkan lelehan darah menetes tanpa iba di hatimu sedikit pun. Aku tak tahu ...
Sungguh, aku tak tahu.
Aku tak tahu bagaimana mengungkap kata yang terselubung pada nalarku. Mulutku terasa bungkam 'tuk bersuara, sebab bagimu, tiap untaian kataku hanya ibarat debu yang tersapu angin.
.
Jemariku terasa kaku 'tuk menuliskan separuh harapku padamu, sebab tumpukan pesanku pun tak jua kau sudi menengoknya.
Hatiku mendesah ... lelah menahan sakitnya luka yang menggores dengan kejamnya.  Namun, Tuhan membisikkan kalimat indah padaku ... Sejenak aku membisu, terpaku mendengar indahnya lantunan kalam Tuhan.
.
Kini, kutemui jawaban dari sekian banyak tanda tanya yang mengendap di otakku. Yah, Dia sedang berbicara padaku perihal kehidupan. Bahwa Dia mencintaiku, Dia hanya ingin menggugurkan dosa-dosaku yang menghampar bak buih di lautan, untuk itu Dia memintaku bertahan dalam kesabaran.

1402'17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar