Kamis, 16 Februari 2017

Separuh Sayap Yang Hilang

:: sshhhhhh.....

Angin menghampas begitu kerasnya di keheningan malam, langit ikut serta menjatuhkan airnya ke bumi dengan leluasa.
Malam ini, hujan menemani wanita itu dalam lamunannya tentang separuh sayap hatinya yang nun jauh di sana.

Separuh sayap itu semakin hari semakin berubah, warna cintanya seakan memudar, entah karena jarak ataukah waktu. Seperti itulah persangkaan wanita 18 tahun itu terhadap separuh sayap hatinya yang jauh di sana.

Wajahnya semakin lesuh, pipinya yang dulu berisi kini semakin mengempis, daging_daging di tubuhnya hampir tak terlihat lagi, kulitnya pun semakin tipis...

"Aku tak mampu membendung sesak ini. Aku tak mampu. Sungguh.."   ungkapnya berusaha membuatku mengerti.

"Dia begitu misteri bagiku. Mencintainya dan kesabaran adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan"

:: Cinta benar-benar masih berkuasa atas segalanya. Dia memilih tetap bertahan dalam luka.
Tak peduli seberapa indahnya tawaran permata di luar sana, bahkan tak peduli dengan sapu tangan yang disodorkan oleh pria lain untuk membantunya menyeka air mata yang jatuh di pipi merahnya..
Aku tahu,
dia sangat merindu separuh sayapnya di sana

-AAA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar