Selasa, 14 Februari 2017

Stay with me, please my Bougenvillea

~
Melati kini merekah, namun bugenvil nampak layu ... telah kupupuk dengan ketulusan, dan kusirami dengan kesetiaan. Namun, tak jua berdiri tegak ... bugenvil seakan kering tak mampu bertahan.
Tirisan air hujan pun tak jarang mampir, namun entah ... ada apa dengan bugenvil. Mungkin ...
akarnya tak lagi kuat menanggung beban
Mungkin ...
Bugenvil tak mau bersanding dengan melati di hamparan taman sederhana itu
.
Semilir angin berhembus, sssssshhhhhh ....
Oh, tidak! angin itu hampir merobohkan bugenvil yang semakin rapuh. Hampir saja kepingan serbuk sari dia terbangkan, melambai di sudut mata ...
Apakah angin tahu tentang rindunya yang hilang tak tahu rimbanya? ataukah ...
angin tak senang memandangnya bersama dengan melati di taman itu?
.
Ah, sudahlah! aku tak ingin menerka. Aku tak akan berhenti untuk memupuknya, jikalau bugenvil telah kering dan tak mampu bertahan, biarlah taman itu dipenuhi melati tanpa bugenvil di sisinya

_1302'17#fasyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar