Rabu, 15 Februari 2017

Wonua Mekongga

~Hujan Jatuh di Bumi Mekongga~
Oleh : Andi Ulfa Wulandari

Hamparan hijau membentang luas ... bagai permadani di atas tanah basah di sudut bumi Mekongga
Kulayangkan pandang ke arah barat, terbentang ...
Pun terbentang hamparan laut biru yang bahari
Butiran pasir putih memperelok rupa sang laut lepas
Sepoi angin membawa alunan nan syahdu
Ombak menggulung sembari mengikis mangrove di tepian pantai
.
Wonua Mekongga ...
Tanah klasik yang menghadirkan selaksa rindu
Di sisimu terlihat deretan pulau yang mengapit, gunung-gunung nampak kokoh menjadi pasakmu, disertai rerimbun hutan yang menyelimuti tanahmu
.
Hujan Februari yang mengguyur, menambah kepermaian di Bumi Mekongga
Pelataran padang luas di Bende, nampak segerombolan anak manusia yang menyerukan prosesi "mekindoroa"
.
Oh, Wonua Mekongga ...
Butiran hujan ikut terjatuh di pipi
Terbayang beribu sumpah serapah di tanahmu
Terbayang percikan darah di kolong langit
Di balik elok rupamu, tersirat sepenggal sejarah yang mengikis kalbu
Wonua Mekongga ...
Izinkan aku selincam menikmati rupamu
Sebelum langkahku sebentar lagi 'kan beranjak
Kau, negeriku ...
Mekongga yang basah oleh harapan
Yakinlah, rinduku suatu saat 'kan menyapa

1502'17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar