Kamis, 02 Maret 2017

Apakah Dikau?

::
Semburat langit jingga di ufuk barat meluapkan suasana di ujung pengharapan.

Tak lama, jingga itu kemudian berubah menjadi hitam begitu pekat, begitu suram.

  Dinding-dinding rumah menatap sinis. Langit-langit kecil tak lagi mau memandang. Sehingga aku memilih untuk menatap langit nyata.
Di sana nampak ribuan cahaya indah yang seakan mengedipkan mata ke arahku...
.
Hembusan angin begitu terasa,desiran pasir seperti membisik di gendang telinga dalam keheningan malam..
Ketukan hati seperti ingin menyapa hatinya
Mata bening kini semakin bening karena linangan mutiara bergelimang bagai butir-butir air hujan..
 
  Seolah bercerita tentang hadirmu..."

_Dalam kerinduan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar