#Tirisan_pena
Senada dengan melodi mimpi yang indah.
Ombak pun tak akan menampakkan amukannya.
Hanya menyapamu dengan lembut, lalu melambai pergi bersama buih yang terhampar
Kelabu yang membisu bahkan kian bisu dan membungkam.
Tak tahukah kamu Wahai Bugenvil? bahwa taman itu telah hampir musnah tertelan waktu.
Meski terlihat mendung menaunginya. Namun gemuruh rasa menerkam secara perlahan, bak belati yang menyayat indra yang peka.
Pekikan jiwa dan nalar tajam dunia mengikis angan dalam semenanjung harapan.
Mengharap rangkulan tangan Sang Penguasa
Untuk menopang jiwa yang lemah
Sejatinya,
Tak ada pelangi tanpa hujan. Akibat pun hadir karena sebab.
Maka resapilah karunia-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar