~
Angin malam kian menghantam, deras hujan kini semakin terdengar. Dari bilik jendela, wanita itu terlihat kaku, seakan dia meredam pilu.
Senyum yang sempat terukir di wajahnya kini tak terlihat lagi.
Tak mampu aku menerka ada apa di balik kemurungannya.
Namun, seakan cinta kembali menjadi lambang kesedihan itu.
.
Cinta?
Ada apa dengan cinta? Teramat dalam luka yang digoresnya. Namun, tiada ada kutemui benci di wajahnya.
.
Dia masih terpaku, diam seribu bahasa ... Mungkinkah aku mengembalikan ceria itu di wajahnya?
~~
"Mengapa tak kausadari kasih sayangku padamu?" kini terucap kalimat dari bibirnya yang basah karena hujan yang jatuh dari sudut matanya.
Aku baru mengerti, bahwa dia sedang kecewa pada cintanya, namun cinta itu lebih besar dari rasa sakitnya
#fasyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar