Kamis, 02 Maret 2017

Tuhan, Apa Salahku?

Termangu dalam kesendirian, menatap diri yang penuh noda. Dalam remang kehidupan diri ini bertanya, Apakah aku hidup untuk ternoda?
Tak ada lagi kata yang mampu terucap dari bibir pahitku, namun rasanya tenggorokan tercekik ingin memanggil nama-Mu, Tuhan.
.
Jika masa hanyalah sebuah penyesalan, mengapa mesti dihadirkan? Aku hanya mampu mengeja banyaknya tanda tanya yang mengepungku. Kemalangan hidup apakah sebuah derita atau sebuah cerita?
Apakah aku salah, Tuhan?
.
Apa salahku?
.
Salahkah aku?

Tidakkah benar hidupku ini, Tuhan?

Noda berbercak hitam menyelimuti diri ini. Amat pekat, Tuhan.
Membuatku bagai ditelan oleh gulita.

      Cemburu ...

      Aku cemburu, Tuhan!
Aku cemburu pada mereka yang Kau anugerahkan sinar terang benderang, sedang aku berpadu dalam kelam. Aku cemburu pada mereka yang Kauberi perlindungan rapat bagai diletakkan dalam peti emas yang mengkilap. Sedang aku terbuang bak buih-buih di lautan lepas yang terhampar.

Aku cemburu pada mereka yang Kau karuniai air penuh berkah yang jatuh menetes dari sudut matanya bagai butir-butir permata. Tidak sepertiku, yang meneteskan darah penuh nanah karena luka akibat dosa-dosa yang menikam.
.
Tuhan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar