NEGERIKU DIRUNDUNG MENDUNG
Created by: Pak Najmun
(dipentaskan oleh Andi Ulfa Wulandari)
Mendung kini menutupi negeriku yang dulu anggun
Negeri yang dahulu kesejukan berhembus dari ujung timur dan barat
Negeri yang harum semerbaknya membumbung ke angkasa
Meski dibangun di atas genangan darah dan air mata
Tengoklah kawan!
Mendung itu kian meremuk raut negeri ini yang dulu anggun.
Menusuk, menghujam jantungnya dengan belati kemunafikan
Tikus-tikus tak ketinggalan menggerogoti tubuhnya yang letih tanpa ampun
Hingga langkah kakinya kian sendu, bahkan nyaris tersungkur
Tidakkah kaudengar kawan?
Teriakan rumpun bambu yang memekik ...
Mengingatkan kita tentang moyangnya yang dahulu dijadikan senjata?
Ataukah telinga ini telah tertutupi dengan bualan para pendusta yang menyebut dirinya pemimpin?
Pendusta yang tega menindas, merampok, dan menyumpal mulut-mulut rakyat dengan kehidupan yang pelik
.
Tidakkah kaudengar rintihan negeri ini, kawan?
Yang meringis lantaran tubuhnya tercabik oleh putra-putrinya sendiri
Korupsi, suap menyuap, telah menjadi suguhan sehari-hari
Lupakah engkau, kawan?
Akan teguran Sang Maha Pencipta
Yang dulu meluluhlantakkan semenanjung negeri ini.
Kemana nuranimu kawan?
Kemana pekikan takbir?
"Allahu Akbar ...! Allahu Akbar ...! Allahu Akbar ...!"
Yang pernah membakar semangat
Membungkam segala kemungkaran
.
Renungkanlah sejenak, kawan!
Negeri kita kini dirundung mendung
Tersayat beribu badai
Padahal dahulu, negeri ini dibangun di atas darah dan air mata
Ayo, bangunlah kawan!
Sebab di tangan kitalah cahaya yang akan menyibak mendung itu
~~poetry for my country
Tidak ada komentar:
Posting Komentar